Belajar dan Pembelajaran



BAB I
PENDAHULUAN

1.1                   Latar Belakang

   Pendidikan menjadi bagian yang tidak  terpisahkan dari kehidupan sosial budaya dan masyarakat. Penididikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan. Pendidikan diambil dari kata dasar didik, yang ditambah imbuhan menjadi mendidik. Mendidik berarti memelihara atau memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
     Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan maka tidak dapat dilepaskan dalam proses kegiatan belajar dan pembelajaran. Belajar sebagai  karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk lain, merupakan aktivitas yang selalu dilakukan sepanjang hayat manusia, bahkan tiada hari tanpa belajar. Pemahaman guru akan definisi dan makna belajar akan mempengaruhi tindakannya dalam membimbing siswa untuk belajar. Guru yang hanya memahami belajar hanya agar murid bisa menghafal tentu beda cara mengajarnya dengan guru yang memahami belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku.Untuk itu guru penting memahami pengertian belajar dan pembelajaran, teori-teori belajar serta faktor faktor yang mempengaruhi dalam belajar.

1.2  Rumusan Masalah
  1. Bagaimana definisi belajar?
  2. Apa perbedaan belajar dan pembelajaran

1.3  Tujuan
  1. Untuk mengetahui   definisi belajar
  2. Untuk mengetahui perbedaan antara belajar dan pembelajaran
 

BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Definisi Belajar

Belajar adalah suatu perubahan dalam pribadi yang menyatakan dirinya sebagai pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan atau sebagai suatu pengertian. Menurut Winkel (1996 :53) dikatakan bahwa belajar merupakan suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai, sikap diamana perubahan tersebut bersifat konstan”. Menurut Hamalik (2001:30)
“belajar adalah perubahan tingkah laku yang relative mantap berkat latihan dasar pengalaman. Jadi belajar harus membawa perubahan yang positif pada diri seseorang baik itu berupa kemampuan berfikir, sikap, perasaan dan tingkah lakunya”.

Sedangkan meurut Slameto (2010 : 2) bahwa “belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Belajar juga merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebaginya. Belajr itu akan lebih baik jika subjek belajar itu mengalami atau melakukannya sehingga tidak bersifat verbalistik (Sardiman, 2000).W.H. Burton mendefinisikan belajar : “Learning is a change in the individual due to instruction of that individual and his environment, which fells a need and makes him more capable of dealing adequately with his environment”1. Dari pengertian tersebut ada kata ‘change” maksudnya bahwa seseorang yang telah mengalami proses belajar akan menhalami perubahan tingkah laku baik dalam kebiasaan (habit), kecakapan-kecakapan (skills) atau dalam tiga aspek yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (affektif), dan ketrampilan (psikomotor).
Dari berbagai pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu usaha seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku baik dalam kebiasaan (habit), kecakapan-kecakapan (skills) atau dalam tiga aspek yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (affektif), dan ketrampilan (psikomotor) sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

2.2   Definisi Pembelajaran
            Pembelajaran merupakan istilah baru yang dulu disebut sebagai kegiatan belajar mengajar. Proses belajar terjadi melalui berbagai cara baik yang disengaja maupun tidak sengaja dan berlangsung sepanjang waktu dan menuju pada suatu perubahan pada diri pembelajar. Unsur penting dalam mengajar adalah merangsang serta mengarahkan siswa belajar. Pemebalajaran mengandung arti adanya kegiatan mengajar oleh guru dan belajar oleh siswa. Mengajar pada hakikatnya tidak lebih dari sekedar menolong para siswa untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan, sikap, serta idendan apresiasi yang menjurus kepada perubahan tingkah laku dan pertumbuhan siswa. Cara mengajar guru yang baik merupakan kunci dan prasayarat bagi siswa untuk dapat belajar dengan baik. Pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia yang kompleks. Secara sederhana pembelajaran dapat diartikan sebagai hasil interaksi yang berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Bagaimana alur proses pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut :




 
Trianto (2009 :11) mengatakan bahwa pembelajaran pada hakikatnya usaha sadar dari seseorang guru untuk membelajarkan siswanya dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Menurut Darsono (1993 : 12) mengatakan bahwa pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan usaha seseorang untuk menciptakan orang lain untuk belajar dengan berbagai strategi, teknik, media, kurikulum dan sarana lain yang digunakan.

2.3   Implikasi antara Belajar dan Pembelajaran
Dari uraian tentang definisi belajar dan pembelajaran di atas, maka dalam mendesain dan melaksanakan pembelajaran haruslah memperhatikan implikasi belajarantara dan pembelajaran sebagai berikut :
a.       Pada prinsipnya, strategi pembelajaran digunakan guru untuk mengaktifkan siswa belajar baik secara mental maupun emosional.
b.      Perubahan prilaku siswa sebagai hasil belajar harus dirumuskan secara jelas dalam rumusan kompetensi yang mengandung tujuan pembelajaran atau indikator.
c.       Guru harus menyiapkan lingkungan belajar belajar yang mimeicu dan menantang siswa belajar. Lingkungan yang memungkinkan siswa belajar dengan melalui pengalaman langsung atau pengamatan langsung hasilnya akan lebih baik daripada dengan melalui pengalaman/pengamatan tidak langsung.

 


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu usaha seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku baik dalam kebiasaan (habit), kecakapan-kecakapan (skills) atau dalam tiga aspek yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (affektif), dan ketrampilan (psikomotor) sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan pembelajaran merupakan usaha seseorang untuk menciptakan orang lain untuk belajar dengan berbagai strategi, teknik, media, kurikulum dan sarana lain yang digunakan. Pemahaman konsep belajar oelh seorang guru/dosen akan berimplikasi terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. Semakin benar pemahaman seorang guru/dosen tentang belajar maka akan semakin efektif dan efisien pembelajaran yang dilaksanakan.

B.       Saran
Penulis menyarankan para pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan dapat mengajar dengan memperhatikan hakikat definisi belajar sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.






 

DAFTAR  PUSTAKA
Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni (2007), Teori belajar dan pembelajaran, Malang : Arruzz Media Group
Djaali  (2008), Psikologi Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara.
Hamalik, Oemar (2004), Proses Belajar Mengajar, Jakarta : Bumi Aksara
Sardiman (2000), Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar,Jakarta : Rajawali Press.
Slameto (1991), Belajar dan Factor-Factor Yang Mendorongnya, Jakarta : Bumi
                Aksara.
__________ (2013). Pengertian Belajar Menurut Ahli, http://www.whandi.net. Diakses tanggal 21 Agustus 2013

SPENSA GOT TALENT 2012 (Hari SUmpah Pemuda)

Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 2012, OSIS SMP Negeri 1 Sungai Lilin mengadakan ajang berbagai lomba yaitu : Spensa mencari bakat (SPENSA got talent), tarik tambang, Lari karung, makan kerupuk, memecahkan balon dan lari kelereng. Menurut Pembina OSIS Ahmad Azzam,S.Pd. kegiatan ini merupakan kegiatan awal mula pasca terpilihnya ketua OSIS Cyintia Marissa. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk kebersamaa, serta membina semangat dan persatuan siswa SMP Negeri 1 Sungai Lilin dalam mewarisi prinsip pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008.Sebelum dialaksanakan lomba, diadakan senam bersama dan pembagian berbagai door prize. Guru yang mendapatkan door prize utama adalah Sunardi,S.Pd. (dispenser), Ratna Juwita,S.Kom (Kipan angin), Suhartati,S.Pd.(kipas angin),Feri Istiana,S.Pd.(setrika) dan Dwi Desi ANggraini S,Pd.(setrika). Bapak Yoni Herman,S.Pd.M.Si, sebagai kepala sekolah menjelaskan dalam pembukaannya bahwa SMP Negeri 1 SUngai Lilin menghargai setiap kreativitas siswa sehingga menghimbau kepada siswa untuk kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensi dirinya sehingga menjadi siswa yang terampil,cerdas,dan bertaqwa. Adapun sebagai donatur dalam kegiatan ini adalah PT Cargill Hindoli, PT CCL, Rizka Motor, Trio Motor, dan sumbangan sukarela dari warga Siswa/Guru SMP Negeri 1 Sungai Lilin. Kegiatan ini juga di liput oleh Harian Muba sebagai sarana publikasi kegiatan sekolah, ujar wakasek bidang Humas Ibu Helvi Suartini,S.Pd.M.Si. (posting by nardi)




pasca senam menunggu door prize yang tak kunjung tiba






peraih door prize utama





Penampilan Band Spensa

Pentingnya Kegiatan “FOLLOW UP PKB” sebagai Solusi Permasalahan Guru

Dalam menilai kualitas pendidikan, tenaga pendidik (guru) menjadi tolak ukur utama. Bahkan baru-baru ini digulirkan Uji Kompetensi Guru baik UKG online bagi guru bersertifikat profesi (profesional) dan Uji Kompetensi Awal (UKA) bagi guru yang akan di sertifikasi. Hasil UKG maupun UKA yang rendah (jeblok) menjadi sorotan dari berbagai pihak dan menyimpulkan bahwa kualitas guru masih rendah dan menyebabkan kualitas pendidikan rendah. Penyebab rendahnya hasil uji kompetensi ini menurut penulis adalah kurangnya pembinaan yang merata dan berkesinambungan serta up to date bagi guru yang notabene sebagai tonggak dari kesuksesan menuju pendidikan bermutu. Kondisi ini menyebabkan kompetensi guru yang dituntut oleh undang undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, peraturan pemerintah nomor 78 tahun 2008 tentang guru, dan permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru masih belum dipenuhi sepenuhnya oleh sebagian besar guru di Indonesia.
Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 03/V/PB/2010 nomor : 14 tahun 2010 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya menuntut guru untuk selalu meningkatkan kompetensinya sehingga terwujud guru yang profesional dan bermartabat. Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi, diperlukan suatu sistem pembinaan dan pengembangan terhadap profesi guru secara terprogram dan berkelanjutan.Tanpa adanya pengembangan keprofesian yang berkelanjutan (PKB), maka akan sulit bagi guru untuk naik pangkat dan menguasai kompetensi sebagai implikasi dari jabatan profesi tersebut. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mengikuti kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian.
Berdasarkan Permennegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 yang dimaksud dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. PKB adalah bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru yang merupakan kendaraan utama dalam upaya membawa perubahan yang diinginkan berkaitan dengan keberhasilan siswa. PKB merupakan salah satu komponen pada unsur utama yang kegiatannya diberikan angka kredit. Sedangkan, unsur utama yang lain adalah Pendidikan dan Pembelajaran/Bimbingan melalui Penilaian Kinerja (PK) Guru yang akan berlaku secara efektif pada tahun 2013. Adapun jenis kegiatan PKB adalah :
Jenis Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Meliputi Aspek
1 Pengembangan Diri
1) mengikuti diklat fungsional
2) melaksanakan kegiatan kolektif guru
2 Publikasi Ilmiah
a) membuat publikasi ilmiah atas hasil penelitian
b) membuat publikasi buku
3 Karya Inovatif
a) menemukan teknologi tetap guna
b) menemukan/menciptakan karya seni
c) membuat/memodifikasi alat pelajaran
d) mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya
Sumber : Buku 4 Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (Jakarta : 2011)

Jumlah minimum angka kredit pada kegiatan PKB untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat tergantung kepada golongan masing-masing (baca buku 4 Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan). Yang menjadi permasalahan bagi guru adalah sulit mencapai kredit point yang dipersyaratkan. Terbukti ketika peraturan lama mensyaratkan karya tulis pada kenaikan pangkat golongan IVA ke gol IV.B, banyak guru yang terhambat sampai bertahun tahun bahkan sampai pensiun tidak dapat naik pangkat ke golongan IV.B. Kondisi Ini disebabkan karena minimnya kegiatan yang menunjang PKB tersebut. Bahkan banyak guru yang sudah 10 tahun mengajar belum pernah di panggil untuk mengikuti pelatihan yang merupakan bagian dari pengembangan diri. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka sebagian besar guru tidak akan naik pangkat. Untuk itu pihak terkait perlu menfasilitasi kegiatan sebagai follow up dari pengembangan keprofesian berkelanjutan bagu guru. Kegiatan – kegiatan tersebut diantaranya adalah :
1. Optimalisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG)
Kegiatan ini sudah dilaksanakan, namun belum optimal. Kegiatan ini masih belum menjangkau seluruh guru. Kegiatan MGMP/KKG yang sudah berjalan hanya diikuti oleh orang-orang tertentu saja dan tidak diseminasikan (ditularkan) kepada rekannya di sekolahnya/sekolah terdekatnya. Seharusnya setiap guru merupakan anggota dari MGMP baik di tingkat sekolah, kecamatan, maupun kabupaten/kota dan memiliki pengurus di tingkat sekolah, kecamatan, dan kabupaten dengan kegiatan rutin dan berkelanjutan sehingga tercipta learning community (masyarakat belajar) sesama guru. Selain itu perlu adanya koordinator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di tingkat sekolah,kecamatan,dan kabupaten/kota.
2. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas melalui pelatihan dan pendampingan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh guru dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga diharapkan terdapat peningkatan kualitas pembelajaran baik proses maupun hasil. Pemahaman sebagian besar guru tentang PTK masih sangat minim, sehingga perlu diadakan pelatihan dan pendampingan kepada seluruh guru. Kegiatan ini dapat berjalan, jika minimal ada 1 orang guru di kecamatan yang dibekali oleh LPTK/LPMP sehingga mampu mendampingi guru-guru di kecamatan dalam melaksanakan PTK. Selanjutnya laporan PTK diseminarkan di sekolah dengan peserta minimal 15 orang dari 3 sekolah. PTK lebih diprioritaskan karena penelitian ini tidak mengganggu tugas sebagai seorang guru dan memiliki angka kredit yang besar (4 point setiap laporan PTK).
3. Lesson Studi
Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan : plan, do, see. Kegiatan ini merupakan kegiatan diskusi para guru dengan merencanakan pembelajaran, melakukan, dan melihat kembali kelebihan dan kelemahan. Pada kegiatan ini terdapat guru model yang melaksanakan pembelajaran yang telah dirancang bersama. Lebih baik lagi jika mengundang pakar. Jika kegiatan ini dilaksanakan, maka akan terbentuk learning community para guru yang akan meningkatkan kompetensi guru tersebut.
4. Forum Ilmiah Guru
Sebaiknya di tiap kecamatan dengan koordinasi dinas pendidikan kabupaten/kota mengadakan sebuah forum ilmiah yang mendiskusikan kegiatan ilmiah bagi guru. Misalnya mengadakan agenda tahunan seminar/koloqium/simposium guru yang dilakukan oleh guru,dari guru dan untuk guru.
5. Kerjasama dengan LPTK/LPMP/P4TK dalam peningkatan kompetensi
Kegiatan pelatihan dan peningkatan kompetensi guru diperlukan kerjasama antara dinas pendidikan dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)/Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP)/ Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) yang konsen dalam membina guru dan calon guru. Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat mengirimkan guru minimal 1 guru dari suatu kecamatan untuk dilatih oleh LPMP/LPTK/P4TK dan diwajibkan mendesiminasikan (menularkan) kepada guru lain sehingga terjadi imbas/induksi dari informasi yang baru didapatkan dari pelatihan sehingga pengetahuan baru dapat dimiliki oleh guru secara merata.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa satuan pendidikan/sekolah, UPTD dinas pendidikan, Dinas Pendidikan kab/kota, Dinas Pendidikan Provinsi maupun LPMP/LPTK perlu bekerjasama mengagendakan kegiatan untuk membina guru inti ( Guru Kelas maupun Guru Bidang Studi) di setiap kecamatan sehingga dapat menfasilitasi seluruh guru dalam mengembangkan profesinya sehingga guru memiliki kompetensi yang disayaratkan sebagai jabatan profesi. Yang lebih penting adalah adanya motivasi intrinsik dari guru sendiri dalam meningkatkan kompetensinya melalui kegiatan tindak lanjut (follow up) pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Disamping itu, perlu dibentuknya koordinator PKB guru baik di tingkat sekolah, kecamatan, dan kabupaten sehingga permasalahan bagi guru dapat diminimalisir dan profesionalisme guru dapat dijaga dan dikembangkan.

Daftar Hotel di Sungai Lilin

Kepada sahabat/rekan yang mau ke SUngai Lilin, berikut nama - nama hotel yang bisa dijadikan tempat singgah :
1. Hotel Palapa, alamat : Jl Plg Jambi Km 112 S Lilin MUBA
2. Hotel Anggrek Putih, Alamat : Jl Plg Jambi Km 115 S Lilin  Jaya MUBA
3. Wisma Salero Anda, Alamat Jl Plg Jambi Km 116 S Lilin  Jaya MUBA
4. Penginapan Sis, Alamat : Jl Plg Jambi Km 117 S Lilin  Jaya MUBA

KISI – KISI ULANGAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2011-2012

PILIHAN GANDA

1. Mengukur benda dengan bentuk tak teratur dengan menggunakan gelas ukur

2. Mengaplikasikan persamaan hukum Pascal

3. Menentukan usaha pada benda yang bekerja gaya F dan mengalami perpindahan s

4. Keuntungan Mekanik pada pesawat sederhana

5. Mengkonversikan suhu dengan termometer Celcius ke Reamur

6. Menerapkan persamaan Kalor

7. Menentuka n periode getaran

8. Menentukan jenis muatan listrik melalui interaksi benda bermuatan listrik

9. Menentukan sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung

10. Mengeidentifikasi penyusun atom

11. Menentukan jenis muatan listrik dari benda yang digosok melalui Interaksi dua buah muatan listrik

12. Menentukan besarnya gaya listrik dengan persamaan hukum Coulomb

13. Menerapkan persamaan hukum Ohm

14. Menghitung besarnya kuat arus listrik pada rangkaian hambatan listrik

15. Menentukan besarnya energi listrik

ESSAY

1. Menentukan hambatan pengganti dan besarnya kuat arus listrik pada Rangkaian Hambatan Listrik

HASIL PILKADA MUBA DI SUNGAI LILIN



Suasana Pilkada MUBA di TPS 25 Sungai Lilin








Tadi, mulai pukul 07.00 WIB di Musi Banyuasin Sumatera Selatan dislenggarakan Pemilukada periode 2012 - 2017. Dalam pesta demokrasi rakyat MUBA kali ini diikuti 3 pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati :





1. pasangan H. Dodi Reza Alex - Islan Hanura





2. pasangan H. Sulgani Pakuali - H. Imam Sujari





3. pasangan H.Pahri Azhari - Beni Hernedi





Dari ke enam calon buapti/wakil bupati ini, menurut informasi hanya Bapak Dodi yang tidak memiliki hak pilih dikarenakan tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).





Untuk di TPS 25 kelurahan SUngai Lilin yang berlokasi di SMP Negeri 1 SUngai Lilin, pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara berjalan lancar dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya sebanyak 246 suara dengan hasil sebagai berikut :





1. Dodi - Islan : 59 Suara





2. Sulgani - Sujari : 6 Suara





3. Pahri - Beni : 177 Suara





dan 4 suara yang dinyatakan tidak syah.





Sedangkan di kecamatan SUngai Lilin :





1. Dosi Islan :10.517;





2.SUlgani-Pakuali : 843 ;





3. Pahri Beni : 15.567.





(Sumber : PPK Kec Sungai Lilin)










Petugas KPPS TPS 25 kel Sungai Lilin





1. Hadi Rukhan,S.Sos.





2. Sunardi,S.Pd.





3. Suhaidi,S.Pd.





4. Firdaus Akbar,S.Pd.





5. Sarno efendi





6. Mud. Dharminto,S.Pd.





7. Sarsito,S.Pd.M.Pd.





8. M. Sabarudin





9. Faisol

Kursus Mahir Lanjutan Gerakan Pramuka Kwarcab Muba di SMPN 1 Sungai Lilin

Gerakan Pramuka merupakan sebuah wadah yang dapat membina anggotanya menjadi manusia yang berguna di masyarakat. Banyak konsep dan prinsip hidup yang baik yang ditanamkan di gerakan yang mempunyai slogan Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan ini. Gerakan Pramuka Kwarcab Muba pada tahun 2011 in menyelenggarakan Kursus Mahir Lanjutan (KML) dan Kwarran Sungai Lilin sebagai pelaksananya. Adapun pelaksanaannya di SMP Negeri 1 Sungai Lilin. Pada kegiatan ini terdiri dari berbagai utusan Kwarran di lingkungan Kwarcab Muba dan 1 peserta berasal dari Kwarcab Lahat. Kegiatan ini merupakan kelanjutan bagi pembina pramuka yang telah mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD). Peserta berjumlah 50 orang dengan anggaran dari dana Hibah Pemkab Musi Banyuasin. Setelah KML peserta diharapkan mampu menerapkan Ilmunya kepada adik adik yang dibinanya di Gudep masing masing. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati MUBA H.PAHRI AZHARI. Dalam sambutannya di halaman SMPN 1 SUngai LIlin, beliau berkata bahwa Pramuka salah satu gerakan yang diharapkan mampu mendukung program pembangunan Musi Banyuasin menuju visi SMART 2012 (Sejahtera Mandiri Adil Religius dan Terdepan). Setelah pelaksanaan Bupati H Pahri Azhari menyambangi para peserta upacara terutama siswa SMPN 1 SUngai Lilin. Semoga Pramuka tetap menjadi gerakan yang menumbuhkan jiwa kemandirian bagi anggotanya. Salam Pramuka.

Posted : by Nardi.


FOTO BUPATI BERSAMA SISWA